Petugas Puskesmas Pematang Kandis Melakukan Promosi Kesehatan Gigi diSekolah

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
 
   
     Puskesmas Pematang Kandis yang terletak di jantung kota Bangko Kabupaten Merangin Propinsi Jambi, terus meningkatkan pelayanan dalam melayani masyarakat khususnya yang berada di kabupaten Merangin salah satunya dengan giatnya melakukan promosi kesehatan gigi di sekolah dalam Kegiatan UKGS dan di posyandu dalam program UKGM. 

      Promosi kesehatan gigi yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Pematang Kandis terus rutin dilaksanakan, sebagai salah satu upaya mengatasi masalah kesehatan gigi  di Indonesia, yang berupa pencegahan terjadi masalah kesehatan gigi. Anak usia sekolah dasar masih banyak sekali yang kondisi kesehatan giginya buruk, ini dikarenakan mereka kurang pengetahuan tentang kesehatan gigi, yang meliputi penyebab gigi berlubang, akibat dari gigi berlubang, dan cara pemeliharaan kesehatan gigi, untuk itu peran serta orang tua beserta guru sangatlah penting.

  Kesehatan gigi dan mulut sangat erat hubungannya dengan perilaku. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang baik akan sangat berperan dalam menentukan derajat kesehatan dari masing masing individu. Oleh karena itu perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik harus diubah. Lingkungan sangat berperan dalam pembentukan perilaku seseorang, di samping faktor bawaan. Lingkungan masyarakat di mana individu itu berada akan ikut berperan dalam pembentukan perilaku seseorang, oleh karena itu  untuk mengubah perilaku dibutuhkan peran serta masyarakat dimana individu tersebut berada. Lingkungan terdekat di mana individu berada yaitu lingkungan keluarga dan lebih luas lagi yaitu lingkungan sekolah. Di sini peran orang tua dan guru sangat menentukan dalam melakukan perubahan perilaku dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Pengetahuan dan pendidikan yang diberikan orang tua dan guru sangat membantu pembentukan perilaku anak.         Karies atau gigi berlubang adalah masalah yang sering dijumpai di rongga mulut. Sesuai data global WHO (2000) menunjukkan 60-90% anak-anak sekolah di negara industri memiliki gigi berlubang. Sementara di Indonesia, prevalensi pengalaman karies aktif sebesar 72,1% berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007. Walaupun prevalensinya tinggi namun karies masih sering dianggap sepele oleh masyarakat.

       Masalah kesehatan gigi yang utama pada sekolah dasar kelas satu dan dua banyaknya gigi sulung yang berlubang atau rampan karies, yang disebabkan oleh kebiasaan minum susu dot waktu tidur,  malasnya menyikat gigi  serta teknik menyikat gigi yang kurang tepat, waktu yang tidak tepat juga mempengaruhi terjadinya lubang gigi

      Penyuluhan dan pemeriksaan gigi pada anak usia sekolah dasar sangat perlu dilakukan khususnya petugas kesehatan yang berada didaerah tersebut, Petugas Kesehatan yang berada di Puskesmas Pematang Kandis  terus rutin melaksanakan  kegiatan tersebut, di harapkan dengan mellakukan kegiatan tersebut maka masalah kesehatan gigi pada anak berangsur-angsur akan teratasi dan target Nasional 2030 bebas karies bisa tercapai, jadi tidak ada lagi anak sekolah yang tidak masuk sekolah dengan alasan sakit gigi,karena anak sekolah selalu tersenyum indah karena giginya sehat.




Artikel Lainnya:

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :